Website Fakultas Seni Pertunjukan : http://fsp.isbi.ac.id
Email FSP ISBI Bandung : fsp@isbi.ac.id

Fakultas Seni Pertunjukan merupakan Fakultas yang menyelenggarakan pendidikan tinggi seni pertunjukan berkualitas untuk mengedepankan pelestarian, pengelolaan dan pengembangan potensi seni, seta budaya dan kearifan lokal nusantara yang berdaya saing dalam percaturan global.

FSP saat ini memiliki 4 prodi, yaitu :

-Prodi Seni Tari

Jenjang Pendidikan: S1
Gelar Pendidikan: S.Sn
Kompetensi: 1. Penelitian, 2. Penciptaan (Koreographer), 3. Penyajian Karya Seni (Penari)
Jumlah SKS: 146 SKS
Masa Studi: 4 Tahun (8 Semester)
Akreditasi :

Deskripsi Prodi Seni Tari

Prodi Seni Tari di STSI Bandung merupakan salah satu jurusan yang mengkhususkan diri pada tradisi (Sunda) sebagai mayor yang terangkum dalam kelompok tari topeng, tari wayang, tari keurseus, tari rakyat dan lain-lain. Di samping itu dipelajari juga tarian-tarian daerah lainnya seperti tari Bali, Jawa dan Sumatra (Minang) sebagai materi tambahan, serta teori-teori seni juga manajemen seni yang dimaksudkan unutk meningkatkan dan memperkaya pengetahuan dan keterampilan mahasiswanya.

Sejarah Prodi Seni Tari  Atas meningkatnya animo masyarakat dan besarnya perhatian pemerintah, maka ada kesepakatan antara Dirjen Kebudayaan Kantor Daerah Kodya Bandung, Pemerintah Kodya Bandung, Inspektorat Pendidikan Kesenian Jawa Barat, dan Direktur Akademi Seni Tari Indonesia di Yogyakarta, terbitlah Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 016/A.I/1970 tentang Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI) Bandung yang merupakan kelas jauh ASTI Yogyakarta. Dengan demikian, sejak tanggal 27 Februari 1971, Konservatori Tari berubah menjadi Akademi Seni Tari Indonesia Jurusan Sunda di Bandung. Sebagai bagian dari ASTI Yogyakarta, kegiatan pendidikan di ASTI Jurusan Sunda di Bandung menginduk kepada peraturan dan ketentuan-ketentuan ASTI Yogyakarta. Dalam hal kurikulum, ASTI Jurusan Sunda di Bandung menginduk kepada Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor: 088/0/1973 tentang Kurikulum ASTI Yogyakarta. Pada salah satu bagian dari Surat Keputusan tersebut tersurat teknis penggunaan kurikulum untuk ASTI bidang tari Sunda.

-Prodi Seni Karawitan

Fakultas Seni PertunjukanJenjang Pendidikan: S1
Gelar Pendidikan: S.Sn
Kompetensi: 1. Penelitian, 2. Penciptaan (Komposer), 3. Penyajian Karya Seni
Jumlah SKS: 145 SKS
Masa Studi: 4 Tahun (8 Semester)
Akreditasi :

Deskripsi Prodi Seni Karawitan
Adapun pengertian dari karawitan itu sendiri secara khusus dapat diartikan sebagai Seni Musik Tradisional yang terdapat di seluruh wilayah etnik Indonesia. Khususnya di Pulau Jawa, Madura dan Bali. Karena ISBI Bandung lahir dalam lingkungan etnik Sunda, maka di dalam kurikulum jurusan karawitan mayoritas terdiri dari mata kuliah-mata kuliah yang berhubungan dengan seni musik tradisional khususnya Sunda, seperti gamelan pelog/salendro, gamelan Cirebon, gamelan Degung dan Cianjuran (untuk praktek ensemble/kelompok). Sementara materi praktek individual antara lain praktek suling, kecapi, gambang, kendang, rebab dan vokal Sunda.
Namun demikian sebagai tambahan pengetahuan tentang praktek menabuh dari etnik non Sunda, diberikan pula mata kuliah praktek yang diambil dari materi etnik lain seperti etnik Jawa (praktek gamelan Jawa), etnik Bali (praktek gamelan Bali) dan etnik Minang (praktek gamelan Minang).
Sebagai penunjang dasar keahlian diberikan pula dasar-dasar pengetahuan tentang seni musik, etnomusikologi (pengetahuan tentang musik bangsa-bangsa), akustika dan organologi, serta kewirausahaan dan manajemen produksi.

Sejarah Prodi Seni Karawitan
Dua tahun setelah berdirinya ASTI Bandung (1970), Yayasan Cangkurileung pimpinan Koko Koswara berinisiatif mendirikan Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI) di Bandung mengingat potensi kesenian di Jawa Barat sangat beraneka ragam. ASKI Bandung di bawah pimpinan Koko Koswara ini kemudian bergabung dengan ASTI Bandung, sehingga pada tahun 1973 ASKI Bandung menjadi Prodi Seni Karawitan di ASTI Bandung

-Prodi Seni Teater

Jenjang Pendidikan: S1
Gelar Pendidikan: S.Sn
Kompetensi: 1. Penelitian, 2. Artistik/Penyutradaraan/Penulisan Lakon, 3. Pemeranan
Jumlah SKS: 147 SKS  Masa Studi   4 Tahun (8 Semester)
Akreditasi: A

Deskripsi Prodi Seni Teater
Prodi Seni Teater di ISBI Bandung merupakan salah satu jurusan yang mengkhususkan diri pada aktivitas dibidang penelitian/pengkajian seni pertunjukan (skripsi), Pemeranan, Penyutradaraan, Penataan Artistik, dan Penulisan Lakon (Karya Seni).

Sejarah  Prodi Seni Teater
Prodi Seni Teater mulai dibuka tahun 1978, sebagai tindak lanjut program pengembangan ASTI Bandung. Saat itu, ASTI Bandung telah memiliki Jurusan Tari dan Jurusan Karawitan dengan jenjang pendidikan Sarjana Muda. Lahirnya Jurusan Teater jenjang pendidikan Sarjana Muda bermula dari usulan Drs. Saini KM kepada Drs. Karna Yudibrata, Direktur ASTI Bandung pada saat itu. Setelah disetujui pendirian Jurusan Teater tersebut, aktivis Teater di Kota Bandung seperti Suyatna Anirun, Gigo Budi Setiaraksa, Sutardjo A Wiramihardja dan Radiosiwi mendukung dan sekaligus turut membantu jadi pengajarnya. Awalnya hanya tersedia minat utama pemeranan, sejak tahun 1980 mulai disiapkan minat utama penyutradaraan dan penataan artistik. Mulai tahun 1983 jenjang pendidikan sarjana Muda diubah menjadi jenjang Diploma 3 (D-3) Sejalan dengan perkembangan ASTI Bandung yang berubah statusnya menjadi STSI Bandung pada tahun 1995, maka Jurusan Teater mengalami perkembangan dan perubahan jenjang pendidikan dari Diploma 3 menjadi S1.

-Prodi Angklung dan Musik Bambu

Jenjang Pendidikan: D4
Gelar Pendidikan: S.T.Sn
Kompetensi: 1. Pembawaan (Karya Aransemen), 2. Penciptaan (Karya Baru), 3. Organologi
Jumlah SKS: 146 SKS
Masa Studi: 4 Tahun (8 Semester)
Akreditasi :

Deskripsi Prodi Angklung dan Musik Bambu

Prodi Angklung dan Musik Bambu merupakan program studi yang mengkhususkan diri pada penguasaan angklung dan musik bambu nusantara.

Sejarah Prodi Angklung dan Musik Bambu

Program Studi Angklung dan Musik Bambu Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung, diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia pada tingkat diploma dibidang Angklung dan musik bambu.  Berdasarkan Surat Mandat dari Ditjen Dikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, dengan nomor : 455/E/2011 tanggal 6 April 2011, selanjutnya dilakukan berbagai persiapan seperti penyusunan kurikulum, buku panduan akademik, panduan tugas akhir mahasiswa, pembuatan bahan ajar, dan penyusunan struktur organisasi.
Kegiatan operasional penyelenggaraan pendidikan Program Studi Angklung dan Musik Bambu Jenjang Diploma IV (D-4), berdasarkan Kemendikbud Republik Indonesia, Nomor : 149/E/O/2012, tanggal 27 April 2012. Selanjutnya Program Studi Angklung dan Musik Bambu STSI Bandung pada tahun Akademik 2012/2013 secara resmi menerima mahasiswa baru angkatan pertama.

-Prodi Tari Sunda

Jenjang Pendidikan: D4
Gelar Pendidikan: S.Tr.Sn
Kompetensi: –
Jumlah SKS: –
Masa Studi: 4 Tahun (8 Semester)
Akreditasi :